gejala kanker darah leukemia

Waspada Sejak Dini Gejala Kanker Darah Leukemia

Menurut sumber deherba.com, kanker darah sebenarnya terdiri dari beberapa jenis. Setiap jenis kanker darah bersifat mematikan bahkan pada stadium awal. Untuk itu, mengenali gejala kanker darah dengan lebih cepat akan membantu penderita mendapatkan terapi dengan lebih efektif.

Kanker darah memiliki 3 jenis utama, yakni leukemia, limfoma dan myeloma. Dan pada kesempatan ini kita akan membahas mengenai bagaimana gejala dari kanker darah jenis leukemia.  

Kanker darah jenis leukemia adalah kondisi kanker yang menyerang mekanisme produksi sel darah putih. Leukemia menyerang sumsum tulang belakang yang berfungsi memproduksi sel darah putih.

gejala kanker darah leukemia

Akibatnya sel darah putih akan diproduksi dengan sangat berlebihan sekaligus juga agresif. Dominasi sel darah putih dalam tubuh menjadi sangat berlebihan dan nantinya justru akan merusak sel darah merah dan sel-sel lain dalam tubuh.

Kanker darah ini termasuk dalam jenis kanker mematikan. Pada stadium awal potensi kesembuhannya hanya di kisaran 70%. Dan yang memprihatinkan kebanyakan kasus leukemia didiagnosa pada stadium lanjut.

Ini karena gejala kanker darah jenis leukemia ini terbilang sulit dikenali. Merujuk pada penjelasan deherba.com, berikut adalah sejumlah gejala kanker darah yang membantu mengenali keberadaan kanker darah lebih dini.

Kulit tampak pucat

Ciri khas yang kerap identik dengan penderita leukemia adalah kulit mereka yang pucat. Ini karena tubuh pasien mengalami anemia berat atau kekurangan sel darah merah. Sel darah merah yang membantu kulit tampak segar kemerahan. Sehingga tanpa cukup sel darah merah pasien akan tampak pucat.

Tubuh lemah

Penderita leukimia akan kekurangan sel darah merah, sementara sel darah merah berfungsi menghantarkan oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh. Tanpa sel darah merah yang cukup, tubuh akan kekurangan energi dan nutrisi. Ini membuat penderita mudah merasa lelah, lemas dan tidak bertenaga.

Mudah demam

Sejatinya sel darah putih atau leukosit diproduksi tubuh sebagai respon sistem imun. Ini biasanya menjadi tanda adanya infeksi. Bersamaan dengan peningkatan leukosit tubuh akan demam dan ini adalah mekanisme normal sistem imun. Pada penderita leukemia, peningkatan leukosit yang masif akan membuat tubuh mudah sekali mengalami demam.

Mudah berdarah dan lebam

Gejala kanker darah lain pada kasus leukemia adalah mudahnya pasien mengalami perdarahan, seperti mimisan, gusi berdarah, BAB darah dan lain sebagainya. Ini karena tubuh juga kekurangan zat trombosit akibat juga dirusak oleh leukosit.

Selain itu, dominasi leukosit menyebabkan sel pembuluh darah melemah. Leukosit juga mungkin merusak jaringan pembuluh darah. Membuatnya rapuh dan mudah rusak. Hingga pasien juga mudah mengalami lebam tanpa alasan. Bahkan kadang ukuran lebam terlihat besar tanpa timbul rasa nyeri.

Gangguan fungsi otak

Oksigen, glukosa dan mineral adalah bagian penting yang dibutuhkan kerja otak. Tanpa cukup asupan nutrisi dan oksigen otak akan mengalami penurunan fungsi. Diawali dengan pasien menjadi sulit konsentrasi dan mudah kehilangan kesadaran.

Pasien akan mudah mengalami keluhan sakit kepala dari tingkat ringan hingga menyakitkan, baik itu pusing, vertigo atau migrain. Namun pada tahap lanjut pasien mungkin akan mengalami gangguan saraf dan kognitif.

Pembengkakan limfa

Leukosit adalah bagian dari sistem limfatik. Meski cairan getah bening adalah bagian utama dari sistem ini. Ketika pasien mengalami ketidak seimbangan komposisi darah sebagaimana pada pasien leukemia. Maka pasien akan mengalami gangguan pada fungsi limfa.

Biasanya limfa akan bengkak dan menimbulkan sejumlah gejala kanker darah seperti perut kiri yang kembung, rasa sebah dan tampak membesar dengan tidak simetris. Pada beberapa orang tidak ada keluhan berarti dalam gejala kanker darah kali ini. Tapi sejumlah pasien mungkin mengeluhkan rasa nyeri.