Pengertian dan Cara Kerja Sensor Tekanan Udara

Ada banyak jenis sensor tekanan yang seringkali digunakan untuk beragam keperluan. Salah satunya adalah sensor tekanan udara. Kegunaannya, tak lain dan tak bukan untuk mengukur seberapa besar tekanan udara. Ia akan memberikan informasi lengkap beserta data tentang tekanan udara yang diukur.

Pengaplikasian alat ini, sudah bisa dilihat pada beberapa perangkat , paling mudah adalah sensor yang ada dalam mesin EFI atau mesin sistem injeksi elektronik. Keluaran dari sensor ini adalah hasil pengukuran yang ditunjukkan dalam satuan psf, mmHg, psi, bar, atmosphere, dan juga inHg.

Sangat banyak contoh pengaplikasian dari alat ini. Misalnya, dijadikan sensor alat drum uap boiler, sensor di pabrik gula, pengaman turbin uap milik PLN, dan banyak lagi.

Alat ini sangat banyak digunakan di dalam dunia otomotif. Apalagi mobil. Sebab secara mendasar, tekanan udara dalam intake manifold selalu berubah-ubah sesuai dengan kondisi kerja pada mesin dan juga throttle valve.

Alat ini akan menunjukkan bahwa tekanan yang terjadi pada intake manifold punya hubungan dengan beban kerja pada mesin. Selain pada mobil, alat ini juga digunakan untuk beberapa perangkat lain. Misalnya untuk yang hobinya arduino.

 

Sensor Tekanan Udara Arduino

Arduino merupakan sebuah sistem microcontroller atau pengendali mikro. Alat ini dibuat untuk memudahkan orang-orang yang ingin membuat atau menggunakan alat-alat elektronik.

Ini juga merupakan suatu perangkat keras yang dibuat untuk siapapun yang ingin membuat alat elektronik. Alat ini digunakan sebagai pengolah data atau digunakan sebagai processor. Salah yang menggunakan arduino adalah sensor tekanan udara.

Yang paling terkenal, adalah tipe MPX5700DP. Alat ini banyak digunakan dalam sensor tekanan lantaran harganya yang tidak terlalu tinggi, bisa dioperasikan melalui sistem operasi Windows, Mac, dan yang sejenis, bahasa pemrogramannya juga sederhana, dan merupakan alat open source, hardware ataupun software.

Sudah banyak hasil pengembangan dengan mikrokontroler arduino ini. Contohnya, Freeduino, DFRduino, dll. Untuk yang paling banyak digunakan adalah jenis arduino uno yang untuk melakukan pemrograman sudah bisa dilakukan hanya dengan USB tipe A dan juga tipe B. Sensor tekanan untuk udara juga banyak yang menggunakan mikrokontroler Arduino.

 

Cara Kerja Sensor Tekanan Udara

Untuk selanjutnya adalah tentang cara kerja dari sensor tekanan. Sebenarnya sangat sederhana. Begini penjelasannya.

Cara kerja sensor tekanan adalah dengan proses pengubahan tekanan menjadi sebuah sinyal listrik yang kecil. Nantinya, sinyal listrik kecil tersebut lah yang akan dikirimkan dan ditampilkan. Alat pengukur tekanan, cara kerjanya adalah dengan mengukur tingkat muatan listrik.

Sebenarnya, cara kerja sensor tekanan itu didasarkan pada efek Piezoelektrik. Piezoelektrik sendiri, merupakan bahan yang bisa menciptakan muatan listrik yang menjadi respon terhadap suatu tekanan atau stres. Namun, stres juga bukan hanya suatu tekanan, bisa juga memutar, bergetar, atau menekuk.

Pada umumnya, sinyal yang dikeluarkan pada sensor tekanan ada dua jenis:

1. Sinyal 0-5 Volts

2. Sinyal 4-20 mA

 

Penjelasan di atas merupakan cara kerja atau bagaimana sensor tekanan udara berfungsi. Akan tetapi, sebenarnya prinsip kerja pada sensor tekanan sangat sederhana.

Prinsipnya hanya mengubah suatu tekanan yang ada dalam kantung pada perangkat sensor yang nantinya akan menyebabkan posisi inti kumparan berubah. Lantaran proses itu, induksi magnetik yang terdapat dalam kumparan juga akan mengalami perubahan.

Jika yang menjadi inti mengalami sedikit pergeseran, maka induktansi yang ada di salah satu kumparan bisa bertambah dan induktansi yang ada pada kumparan lainnya berkurang. Setelahnya, sinyal yang terdapat pada perangkat berubah jadi induktansi magnetik.